Component-based development sangat berkaitan dengan teknologi berorientasi objek. Pada pemrograman berorientasi objek, banyak class yang dibangun dan menjadi komponen dalam suatu software. Class-class tersebut bersifat reusable artinya bisa digunakan kembali. Model ini bersifat iteratif atau berulang-ulang prosesnya.
Secara umum proses yang terjadi dalam model ini adalah:
1.identifikasi class-class yang akan digunakan kembali dengan menguji class tersebut
dengan data yang akan dimanipulasi dengan aplikasi/software dan algoritma yang
baru.
2.Class yang dibuat pada proyek sebelumnya disimpan dalam class library, sehingga
bisa langsung diambil dari library yang sudah ada. Jika ternyata ada kebutuhan
class baru, maka class baru dibuat dengan metode berorientasi objek.
3.membangun software dengan class-class yang sudah ditentukan atau class baru yang
dibuat, dan diintegrasikan.
Penggunaan kembali komponen software yang sudah ada menguntungkan dari segi:
1.siklus waktu pengembangan software, karena mampu mengurangi waktu 70%.
2.biaya produksi berkurang sampai 84% karena pembangunan komponen berkurang
Pembangunan software dengan menggunakan komponen yang sudah tersedia dapat menggunakan komponen COTS (Commercial off-the-shelf) – yang bisa didapatkan dengan membeli atau komponen yang sudah dibangun sebelumnya secara internal.
Component-Based Software Engineering (CBSE) adalah proses yang menekankan perancangan dan pembangunan software dengan menggunakan komponen software yang sudah ada. CBSE terdiri dari dua bagian yang terjadi secara paralel yaitu software engineering (component-based development) dan domain engineering:
1.domain engineering menciptakan model domain bagi aplikasi yang akan digunakan
untuk menganalisis kebutuhan pengguna. Identifikasi, pembangunan, pengelompokan
dan pengalokasikan komponen-komponen software supaya bisa digunakan pada sistem
yang ada dan yang akan datang.
2.software engineering (component-based development) melakukan analisis terhadap
domain model yang sudah ditetapkan, kemudian menentukan spesifikasi dan
merancang berdasarkan model struktur dan spesifikasi sistem, kemudian melakukan
pembangunan software dengan menggunakan komponen-komponen yang sudah ditetapkan
berdasarkan analisis dan rancangan yang dihasilkan sebelumnya hingga akhirnya
menghasilkan software.
Biasanya, dalam pengembangan perangkat lunak ketika mencoba mengatasi tantangan meningkatnya kompleksitas dan ketergantungan kepada perangkat lunak eksternal adalah dengan memfokuskan pada satu sistem pada satu waktu untuk memenuhi target waktu dan kebutuhan anggaran tanpa memperhitungkan kebutuhan perubahan perangkat lunak di masa yang akan datang.
Pendekatan yang berkembang dengan cepat saat ini disebut dengan pengembangan berbasis komponen, component based development (CBD), yang mengembangkan kembali ide guna ulang (reuse) perangkat lunak dan memperkenalkan elemen baru. Pada CBD, sistem perangkat lunak dibangun dengan merangkai komponen-komponen yang sudah dikembangkan dan dipersiapkan untuk diintegrasikan. CBD memiliki banyak keuntungan. Diantaranya kemampuan untuk mengelola kompleksitas secara lebih efektif, dapat mengurangi time to market, meningkatkan produktivitas, memperbaiki kualitas, derajat konsistensi yang lebih besar, dan usabilitas yang lebih luas.
Over the long term, the only rational way to reduce software costs and increase software quality is through reuse.
Welcome
Assalamu'alaikum...
Terkadang terdapat sesuatu hal yang paling disukai oleh setiap individu. Di sinilah sesuatu hal itu saya warnai dengan sesuatu yang baru hingga bermanfaat bagi yang membaca.
Terkadang terdapat sesuatu hal yang paling disukai oleh setiap individu. Di sinilah sesuatu hal itu saya warnai dengan sesuatu yang baru hingga bermanfaat bagi yang membaca.
About me . .. .
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 comments:
Lanjutannya mana?
Posting Komentar